Selasa, 03 Juli 2018

Imam Rochani (KLH), memegang kepala Arapaima.
Karah - Jambangan Hijau, sejak viral di media sosial karena sempat diunggah melalui lama facebook atas nama Edwin Putera. Bisa melihat di link yang kami bagikan berikut : https://www.facebook.com/edwin.putra3112/videos/2231196506896345/ tertanggal 26 Juni 2018 lalu. Berita ikan Arapaima yang tampak dalam video berjumlah puluhan sedang ditangkap oleh dua orang. Kemudia ditambah capture : bye" baik-baik ya kalian di sungai nanti. Membuat kita heran dan bertanya-tanya. Apa sebenarnya maksud unggahan tadi. Apakah sekedar mencari sensasi agar namanya viral atau sengaja memberikan informasi kepada masyarakat bahwa akan ada pelepasliaran ikan yang spesies aslinya ditemukan di sungai-sungai yang ada di Amerika Selatan.

Arapaima, yang memiliki nama lain pirarucu, bisa juga dieja paiche (Arapaima gigas) masuk kategori ikan air tawar  yang terbesar di dunia. Berasal dari perairan daerah tropis Amerika Selatan. Ikan Arapaima mencapai pertumbuhan maksimal hingga 3 meter dengan berat 2 kuintal.  Karena sering diadakan penangkapan oleh nelayan sungai sekarang sudah sangat jarang terdapat arapaima yang berukuran 2 meter atau lebih. Beberapa info yang kami dapat, nelayan sungai sangat suka menangkap jenis ikan ini. Mereka akan menjadikan konsumsi keluarganya, maupun dijual ke pasaran bahkan ada yang sampai mengekspor-nya ke manca negara. Berapa harganya dipasaran, kami belum menemukan angka pastinya.

Mengapa ikan ini menjadi viral? Pertama ikan ini termasuk jenis berbahaya bagi ekosistem sekitarnya. Kalau jumlah Arapaima berlebihan di sungai, efeknya akan memangsa habis populasi ikan asli yang sudah hidup tahunan. Kedua, dalam beberapa hari terakhir beberapa warga stren Kali Surabaya, yang bermuara di pintu air Mlirip Mojokerto. Khususnya warga sekitar Rolag Songo, sempat menemukan dan menangkap jenis ikan ini. Arapaima sendiri bukan spesies asli Kali Surabaya, macam kutuk (ikan gabus), rengkik, keting atau bader merah. Diduga ada yang sengaja melepasnya di Kali Surabaya. Inilah yang membuat was-was Warga stren Kali Surabaya, di Mojokerto, Sidoarjo, Gresik dan Surabaya.

Harianto ttd berita acara serah terima Arapaima.
Pagi tadi, sekitar pukul 05.40 Harianto (35) nelayan sungai Kali Surabaya, warga ber-KTP Bojonegoro. Seperti biasa menaiki perahunya dengan seorang kawannya. Berbekal jala dia mendayung perahu kayunya menuju kolong jembatan di timur Rolag Gunungsari. Tiba-tiba dari atas jembatan ada teriakan orang yang menunjuk adanya ikan besar tidak jauh dari sampan Harianto. Dengan sigap dua orang nelayan sungai yang biasa tinggal di stren kali ini, mengejar dan berusaha menangkap ikan besar di depannya. Setelah berjuang beberapa saat tertangkap juga buruannya, meski konsekuensinya jala kesayangannya robek di beberapa sisi. Dia sempat mengeluh gara-gara ikan ini jala kesayangannya rusak parah.

Dua hari sebelumnya Harianto sempat memergoki ikan ini, namun gagal menangkapnya Tidak sampai lama dipanggillah Imam Rochani, SH. sebagai induk semang, tempat Harianto dan beberapa nelayan lainnya "nunut" tinggal. Imam yang sehari-hari adalah Ketua LPMK Kelurahan Karah dan Direktur Konsorsium Lingkungan Hidup. Adalah pegiat Lingkungan Hidup yang memiliki program Patroli Kali Surabaya. Ikan temuan yang panjangnya mencapai 90 cm dengan berat hampir 30kg ini, kemudian diletakkan di salah satu kolam tepat di depan kantor KLH. Imam segera mengundang kawan-kawan dari BKSDA, BKIM, Polda Jatim dan Ditjen PHLHK. Untuk mengevakuasi ikan yang sebenarnya masuk kategori binatang yang boleh hidup hanya di lahan konservasi.

Saat kami konfirmasi, Harianto sengaja menyerahkan ikan tersebut kepada Imam yang menurutnya lebih paham harus bagaimana menanganinya. Wiwit Supriyono Kasie Pengawasan, Pengendalian dan Informasi BKIM saat kami wawancarai. Menyampaikan kesiapannya menerima laporan dari masyarakat terkait keberadaan ikan jenis Arapaima yang seharusnya tidak dilepasliarkan ke Kali Surabaya. Temuan ini akan kami tangkarkan, tambahnya. Ada tiga  tempat yang kami miliki, pertama di Puspa Agro, kedua di dekat Bandara Juanda, sementara lainnya ada di sekitar Pelabuhan Tanjung Perak. Imam menambahkan Arapaima ini adalah populasi ke-17 dari 18 ekor yang kabarnya sengaja dilepasliarkan oleh oknum tidak bertanggunjawab. (BNPY)

1 komentar:

  1. Ayo Daftar Segera dan dpatkan Bonus Extra Refferal Sebesar 5% Untuk ID Refferal tanpa Bettingan ,
    dan masih banyak Bonus Lain

    Website link alternatif :

    - sahabat9988,net
    - Duniasakong,com
    - Duniasakong,net
    - Duniasakong,org
    - Duniasakong,info

    PIN BBM : 2AE48042

    BalasHapus