Kamis, 02 Februari 2017



Jambangan Hijau - Siang itu di pendopo Kelurahan Kebonsari beberapa Ibu berseragam batik coklat dengan kombinasi warna jingga memerhatikan seorang wanita tua merajut. Wanita yang kami taksir sudah berusia lebih dari 70 tahun tadi dengan telaten merajut di depan Ibu-ibu yang memperhatikannya. Sudarti nama wanita tadi adalah lansia energik yang tinggal di Krukah. Dia bercerita karena hobinya merajut, ingatannya masih terjaga dari pikun. Jari-jari tangannya bergerak pelan tapi pasti, tidak tampak seperti beberapa orang seusianya yang kebanyakan sudah kaku atau bahkan tremor akibat termakan usia. Dulu saat masih muda Sudarti pernah mengenyam kuliah di jurusan Pendidikan Sosial IKIP Surabaya yang sekarang bernama UNESA, beliau termasuk angkatan pertama dari UNESA. Sudarti menjelaskan untuk membuat sebuah rajutan tempat botol air mineral membutuhkan 6 tas plastik kecil. Kalau sudah terbiasa satu hari bisa dirajut 2 buah rajutan tempat botol air mineral. Modalnya tidak lebih dari 1200 rupiah untuk satu rajutan tempat botol air mineral, dan hasilnya layak dijual hingga 10 atau 15 ribu rupiah. Kalau proses produksi kerajinan tangan ini  dilakukan oleh beberapa orang sekaligus dalam satu kampung, akan tumbuh pusat grosir rajutan baru di Surabaya. Pusat grosir rajutan Surabaya itu berada di wilayah Kecamatan Jambangan. Selama ini banyak orang merajut berbagai kerajinan tangan dengan bahan benang rajut. Masih jarang ada orang merajut dengan bahan tas plastik tambah Sudarti bersemangat, ini adalah model rajutan terbaru. Tempat ini (baca : Jambangan) saya pilih untuk transfer pengetahuan karena sudah dikenal sebagai Kawasan Kampung Wisata Jambangan yang berbasis pemilahan sampah organik dan anorganik. Yang organik diolah menjadi kompos, yang anorganik dipilah lagi  untuk digiling dijadikan bijih plastik atau sebagian sampah anorganik dimanfaatkan untuk perhiasan rumah tangga/kerajinan tangan dan dipasarkan kemana-mana. Setelah 45 menit kelas merajut perdana selesai. Didamping Ketua IPSM (Ikatan Pekerja Sosial Masyarakat) Kecamatan Jambangan Abdul Rochman yang juga menjabat sebagai Kordinator POKDARWIS (Kelompok Sadar Wisata) Kelurahan Kebonsari menemui Camat Jambangan. Retno Hariati, Camat Jambangan menerima Sudarti di ruang kerjanya dengan hangat dan tangan terbuka. Setelah berbincang hampir satu jam lamanya. Retno berterima kasih atas inisiasi melatih rajutan dari bahan plastik di wilayah Jambangan. Menurutnya selama ini warga Jambangan sudah cukup berdaya dengan konsep baru dari Sudarti akan menambah variasi produk Jambangan selama ini. Retno mendorong kader lingkungan di empat kelurahan belajar kepada wanita asal Krukah ini. Apalagi konsep transfer Ilmu dan ketrampilan rajutan dari tas plastik  yang akan ditularkan kepada warga Jambangan sifatnya murah  namun tidak murahan dan bernilai jual tinggi. Semoga niat Sudarti yang berharap masa tua nya bisa lebih bermanfaat untuk orang banyak, mendapatkan keberkahan dan balasan rejeki berlimpah. Tak kalah penting transfer ilmunya kepada warga Jambangan dicatat sebagai amal jariyah oleh Tuhan Yang Maha Kaya. Amiin…. (BONI)

1 komentar: