Kamis, 25 April 2013

Setelah kenthongan dipukul bertalu-talu, melangkahlah Pakdhe Karwo ke pintu masuk Gedung Adi Poday dan memotong pita sambil meresmikan dengan simbolis acara Pekan KIM VII/2013. Pintu terbuka dari balik pintu telah menunggu puluhan wartawan dari berbagai media cetak, koran, radio, TV maupun media online. Tak ketinggalan kawan-kawan anggota KIM dari 32 kabupaten dan kota yang ada di Jawa Timur. Pertama kali masuk pakdhe mampir ke gerai Kabupaten Sumenep yang terdiri dari 2 kapling, disusul ke seberangnya yaitu gerai milik Kota Probolinggo yang berdiri di 2 kapling. Kemudian berturut-turut ke stan Kabupaten Probolinggo yang terlihat mungil berdiri di atas 1 kapling, setelahnya Pakdhe berkunjung ke stan Dinas Kominfo Kota Surabaya yang terdiri dari 3 kapling, dan tampak lega namun minimalis denga warna utama putih di kombinasi warna biru tua dengan logo Kota Surabaya (Suro & Boyo) dan tulisan hitam Pemerintah Kota Surabaya. Lalu di bawahnya tertulis Dinas Komunikasi dan Informatika.


Tahun ini pada Pekan KIM VII tahun 2013, stan UKM yang ditampilkan oleh Kota Surabaya adalah milik KIM Semanggi Semolowaru - Kecamatan Sukolilo dan KIM Jambangan Hijau dari Kecamatan Jambangan. Tema tahun ini dari produk andalan UKM kota Surabaya adalah produk olahan limbah. KIM Semanggi mengandalkan produk kerajinan olahan dari bahan baku limbah Kertas Semen milik Ermien dan kerajinan dari limbah Kertas Koran milik Sonya. Ada produk tas, dompet , tempat tissue dan kap lampu. Sementara dari KIM Jambangan Hijau dengan tetap mengusung tema lingkungan hidup ditampilkanlah olahan kerajinan berbahan baku Enceng Gondog dan daun-daun kering hingga produk olahan berbahan kain blaco. Ada tas, vas bunga, tempat tissue, tempat buah, dompet sampai sajadah.
Sambil berbisik pelan Pakdhe Karwo mengatakan kepada kami para penjaga Stan Kota Surabaya : "KALIAN KREATIF YA.." Karena bisa mengubah bahan limbah tidak bermanfaat menjadi produk yang lebih bernilai guna. Kami jawab dalam hati "Terima kasih PAKDHE.. mohon dukung terus kami dengan berbagai programmu sehingga pada saat tahun 2015 memasuki era pasar bebas kami sudah cukup tangguh dan kuat menghadapi serangan produk olahan sejenis dari luar negeri yang masuk ke Indonesia." AMIN..

0 komentar:

Posting Komentar